Beranda > Bizzare Phenomena > Bangga Jadi Pelacur!

Bangga Jadi Pelacur!

Fenomena apakah ini menurut teman-teman narablog sekalian ?

Di sebuah forum yang saya ikuti, ada statement demikian:

Meski sudah berumur 37 tahun tapi sekali main di hotel dibayar 300 ribu dan 250 ribu, harga yang masih mahal untuk orang yang sudah umur 30 tahun, toh saya juga bisa nikmati sampai sekarang. Kalo gak gitu mana bisa hidup layak?

Statement ini cukup membuat saya ternganga. Apalagi ybs serius memajang facebook lengkap dengan fotonya. Itu benar-benar akunnya bukan akun orang lain yang diaku-aku. Jadi fenomena apa ini menurut masbro dan sista sekalian ? Apa ini dampak negatif dari sosial media ? Pernahkah anda menemui kasus yang seperti ini juga ?

Diskusi bisa dilihat sendiri disini. Jika ingin berkomentar bisa langsung ke thread tersebut atau bisa juga di postingan ini.

Komentar rekan-rekan:

  • Mbakyu Erwin wrote: Fenomena akhir jaman, bang. :D
    melacur sudah gak disembunyikan, malah diumbar.
  • Sovian wrote: Mungkin di masa depan bisa lebih parah dari ini kayaknya….wah serrrem ni..apalagi kalau punya anak/saudara perempuan, harus dijaga bener2
  • Wien wrote: ngga tau fenomena apaan nih bang, yg penting aku ngga mau ikut2an jadi hidung zebra
  • Adi Nugroho wrote: tidak bisa dipungkiri, ini komoditi jasa paling tua di jagat ini…
    dan sekarang semakin “wah”
  • Budiman Firdaus wrote: hmmm, mudah-mudahan mereka dapat pencerahan
  • Blue wrote: bukan sebuah kebanggaan tetapi kenyataan
  • Mas Boi: Yah, sekarang sudah tahun 2012 ini … tinggal menunggu waktu … *horor*
  • Honeylizious wrote: waawwwww
  • Jackysan wrote: wahhh berabe itu kang… sesuatu yang buruk di banggakan…
    pantesan hancur negara ini, ngga pemimpinnya yang bejat, juga isinya…
    ckckckckkk…
    Setidaknya kan menyembunyikan aib sendiri.. masa di FB juga di pamer… wekekekkk…
  • Chita wrote: Sedih sekali kalau hidup layak harus dicapai dengan cara seperti itu. Lebih sedih lagi membayangkan ‘layak’ seperti apa yang dikejar
  • Lyliana: seremnya… bangga ya seperti itu…
  • Mbak Nopha: hah…ngeri ya, apa yang harus di banggakan itu bukan sebuah prestasi…
  • Kang Irfan: Menurut saya ini memang dampak negatif dari sosial media Bang, semoga kedepannya tidak disalah gunakan. kalau begini terus, lama-lama semuanya akan ikut-ikutan pasang iklan di facebook. Gawat tuh.
  • Ikhsan wrote: Gila banget!
  • Denny (denny_mrl@hotmail.com)wrote: Itu saya anggap sebagai profesi dan jalan hidup yang setiap orang pilih.
    Setiap profesi pasti ada konsekwensinya.
    Menurut saya profesi pelacur lebih terhormat daripada para koruptor dan politisi busuk.
    mereka memberikan service dan jasa.
  • Setiaonebudhi wrote: ini fenomena jaman jahiliyah yg kembali terulang..
Categories: Bizzare Phenomena
  1. 11 Februari 2012 pukul 09:09 | #1

    sebenarnya juga masih banyak hal2 yang masih terselubung juga :(

  2. netral
    8 Februari 2012 pukul 05:48 | #2

    ini adalah satu2nya aset dan kekayaan pribadi yang dia kelola untuk hidupnya, karena aset yang lain tidak ada…daripada pergi curi aset dan kekayaan orang lain atau korupsi …malu deh

  3. netral
    8 Februari 2012 pukul 05:39 | #3

    daripada jualan pepes kurang laku mas..klo jualan pepe cepat laku laris manis…apalagi cari kerja susah..jadi klo jualan pepe…nggak usah capek..capek…naik gratis turun bayar

  4. 6 Februari 2012 pukul 23:08 | #4

    Saya teriris-iris bacanya nih… Kok bisa?
    Ini kesalahan pada kaum lelaki…

  5. 6 Februari 2012 pukul 02:35 | #5

    Di era seperti ini (di era yang aku ga tau mau nyebut apa), ketika segala sesuatu di share, maka urusan birahi juga di share, urusan aib juga di share dan ketika ada yang nasehatin, Mereka tutup telinga mereka seolah hanya mereka yang tahu kebenaran hidup ini.

  6. mas bagus
    31 Januari 2012 pukul 19:07 | #6

    jangan mutlak menyalahkan si pelacur, bagaimanapun urusan perut mengalahkan urusan hati dan otak, ditambah lagi tidak ada penjual kalau tidak ada pembeli. dari kutipan pelacur di atas jelas tersirat bahwa pekerjaan yang membutuhkan modal kecil tapi hasil lumayan adalah melacur dengan mengesampingkan norma (yg berlaku relatif), ingat bahwa semua profesi membawa sendiri nilai negatifnya. bukankah jadi pejabat juga kadang2 diperlukan ‘sikut kanan, sikut kiri, injak bawah, jilat atas’ atau jadi bisnisman melakukan segala cara untuk mengalahkan pesaingnya? dan masih banyak lagi contohnya, jadi bicara soal norma atau nilai2 agama jangan menyalahkan pelacur. kalau kita bisa membantu mereka memberi pekerjaan yg layak (menurut kita) kenapa tidak? itu lebih baik daripada sekedar menyalahkan dan memojokkan mereka. mohon maaf kalau ada salah2 kata…..

  7. 29 Januari 2012 pukul 09:49 | #7

    bagus dia mengakui secara terbuka,, jadi sipengguna jasa tidak salah sasaran,, n kita bisa jaga suami pacar sodara dari jaringan maut ini,,

    bahaya bagi penjaja yg berkedok alim, musuh dalam selimut, kutu busuk yg menyedot darah tampa kita tau..

    hidup ini pilihan, mau baik silahkan mau ancur juga silahkan .. hehehe

    salam 2012 bang red ..

  8. 27 Januari 2012 pukul 14:23 | #8

    ngeri !!!!

  9. 27 Januari 2012 pukul 10:49 | #9

    Media sosial memang dapat dijadikan sebagai promosi produk, namun jika produk langka seperti yang dipasarkan

    entahlah, semoga kita terhindar dari hal demikian

  10. 27 Januari 2012 pukul 02:22 | #10

    Heeehhhhhh hanya bisa ngelus paha …..

  11. 27 Januari 2012 pukul 00:51 | #11

    ini fenomena orang yg mikir dunia aja, ga mikir akhirat -,-a

  12. Abed Saragih
    26 Januari 2012 pukul 12:14 | #12

    Semuanya karena hanya sejengkal perut :)

  13. 26 Januari 2012 pukul 07:05 | #13

    Alasannya sepele, cuma karena “Terpaksa” untuk bertahan hidup sekarang ini yang semakin susah…

  14. 25 Januari 2012 pukul 22:50 | #14

    mungikin yang ada di pikirannya cuma uang… udah nggak mikir malu, harga diri sama akhirat lagi… ckckckc mengenaskan

  15. 25 Januari 2012 pukul 21:35 | #15

    beuh..tuntunan ekonomi dan kedangkalan pikiran seeorang tentang sesuatu bisa membuat hal yg haram dianggap halal dengan mudahnya..

  16. 25 Januari 2012 pukul 21:03 | #16

    fonomena kesukaan blogger, buktinya ditulis di sini

  17. 25 Januari 2012 pukul 14:13 | #17

    OH :(

  18. 25 Januari 2012 pukul 13:43 | #18

    Generasi muda harus dilindungi dari hal2 gini. :D
    saya setuju dg komentar Setiaonebudhi fenomena jaman jahiliyah yg kembali terulang, jangan sampai fenomena seperti ini terus berlanjut.

  19. 25 Januari 2012 pukul 09:48 | #19

    aaa-khir zaaa-man,,,hehehe…,,

  20. 25 Januari 2012 pukul 08:04 | #20

    ini fenomena jaman jahiliyah yg kembali terulang..
    Muahahahahah..
    Kacrut dahhh..

  21. denny
    25 Januari 2012 pukul 06:28 | #21

    Itu saya anggap sebagai profesi dan jalan hidup yang setiap orang pilih.
    Setiap profesi pasti ada konsekwensinya.
    Menurut saya profesi pelacur lebih terhormat daripada para koruptor dan politisi busuk.
    mereka memberikan service dan jasa.

  22. 24 Januari 2012 pukul 22:54 | #22

    bukan sebuah kebanggaan tetapi kenyataan……………..xixiix
    p kabar,kawan
    salam hangat dari blue

  23. 24 Januari 2012 pukul 18:01 | #23

    Yah, sekarang sudah tahun 2012 ini … tinggal menunggu waktu … *horor*

  24. 24 Januari 2012 pukul 17:50 | #24

    wahhh berabe itu kang… sesuatu yang buruk di banggakan…
    pantesan hancur negara ini, ngga pemimpinnya yang bejat, juga isinya…
    ckckckckkk…
    Setidaknya kan menyembunyikan aib sendiri.. masa di FB juga di pamer… wekekekkk…

    • Red
      25 Januari 2012 pukul 05:42 | #25

      beberapa di antara user2 WG menilai adanya personality disorder pada ybs. saya pikir juga begitu ya…

  25. 24 Januari 2012 pukul 15:38 | #26

    Sedih sekali kalau hidup layak harus dicapai dengan cara seperti itu. Lebih sedih lagi membayangkan ‘layak’ seperti apa yang dikejar.

    • Red
      25 Januari 2012 pukul 05:36 | #27

      hidup “layak” yang dikejar oleh ybs memang masih belum jelas ya. kita2 di thread itu juga nanya spt apa sih kriteria hidup layak dia, apalagi katanya dia jg punya pekerjaan tetap. Hedonis? Narcisis? atau apa ini yah?

  26. 24 Januari 2012 pukul 14:53 | #28

    seremnya… bangga ya seperti itu…

    btw, aku tau blog ini dari si Asop.. salam kenal ya… :-)

  27. 24 Januari 2012 pukul 14:03 | #30

    hah…ngeri ya, apa yang harus di banggakan itu bukan sebuah prestasi…

  28. 24 Januari 2012 pukul 13:03 | #31

    namanya juga mau kiamat,perzinahan sudah dimana-mana dan mereka sama sekalai tidak punya rasa malu.

  29. 24 Januari 2012 pukul 10:59 | #32

    Menurut saya ini memang dampak negatif dari sosial media Bang, semoga kedepannya tidak disalah gunakan. kalau begini terus, lama-lama semuanya akan ikut-ikutan pasang iklan di facebook. Gawat tuh.

  30. 24 Januari 2012 pukul 10:54 | #33

    Gila banget!

  31. 24 Januari 2012 pukul 10:53 | #34

    wawwwwwwwww

  32. 24 Januari 2012 pukul 09:12 | #35

    Mungkin di masa depan bisa lebih parah dari ini kayaknya….wah serrrem ni..apalagi kalau punya anak/saudara perempuan, harus dijaga bener2….

    • Red
      24 Januari 2012 pukul 10:10 | #36

      anak lelaki juga harus dapat porsi yang sama karna pedofilia juga mengincar mereka. Ingat kasus robot gedeg?

  33. 24 Januari 2012 pukul 08:19 | #37

    ngga tau fenomena apaan nih bang, yg penting aku ngga mau ikut2an jadi hidung zebra :D

    • Red
      24 Januari 2012 pukul 10:14 | #38

      di thread itu saya bilang ke ybs….masih banyak pekerjaan terhormat yang bisa dilakukan oleh wanita umur 37 tahun. namun ybs ya bersikeras bhw kalo gak gitu dia gak bisa hidup layak…

      • 24 Januari 2012 pukul 16:59 | #39

        parah bgt klo pemikirannya seperti itu :(

  34. 24 Januari 2012 pukul 06:01 | #40

    hmmm, mudah-mudahan mereka dapat pencerahan, :-)

  35. 24 Januari 2012 pukul 06:00 | #41

    hmmm, mudah-mudahan mereka dapat pencerahan mas,

  36. 24 Januari 2012 pukul 05:51 | #42

    tidak bisa dipungkiri, ini komoditi jasa paling tua di jagat ini…
    dan sekarang semakin “wah”

  37. 23 Januari 2012 pukul 16:44 | #43

    Fenomena akhir jaman, bang. :D
    melacur sudah gak disembunyikan, malah diumbar.

  1. Belum ada trackback.

Mari Berdiskusi !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s